Bahaya Jika Menyikat Gigi Terlalu Kencang

Seberapa bahaya sih jika menyikat gigi terlalu keras? Banyak orang menyikat gigi dengan cukup keras dan bertenaga dengan harapan giginya akan menjadi lebih bersih dan putih.

Meskipun mungkin tak terlihat ada kerusakan, menyikat gigi terlalu keras sebenarnya memberikan efek buruk bagi kesehatan gigi dan gusi.

Kebiasaan menyikat gigi yang tidak tepat, seperti terlalu kerasnya gerakan menyikat dan penggunaan bulu sikat yang terlalu keras, dapat mengakibatkan terkikisnya email gigi di bagian leher gigi yang biasa disebut abrasi gigi. Keadaan ini dapat pula diikuti dengan terjadinya penurunan gusi.

Baca Juga : Teknik Menyikat Gigi dengan Benar Ala Dokter Gigi

Bahaya Jika Menyikat Gigi Terlalu Kencang
Menyikat gigi terlalu keras dapat meningkatkan sensitivitas gigi

Secara alami sensitivitas gigi akan dengan sendirinya meningkat seiring dengan penipisan lapisan email akibat pertambahan usia. Gejala yang timbul ketika email di bagian leher gigi hilang adalah rasa sensitif terhadap panas, dingin, dan pada saat menyikat gigi di daerah tersebut.

Tak hanya meningkatkan sensitivitas gigi, menyikat gigi terlalu keras juga akan merusak gusi. Perdarahan pada gusi bisa saja terjadi terdapat infeksi pada gusi yang disebut sebagai gingivitis.

Namun jika gusi berdarah saatmenyikat gigi dan gusi tidak memiliki infeksi, maka kemungkinan penyebabnya adalah teknik yang terlalu keras dan menyebabkan gusi terkikis atau erosi gusi. Erosi gusi harus amat diwaspadai sebab gusi memiliki fungsi untuk melindungi gigi, terutama pada akar.

Bahaya Jika Menyikat Gigi Terlalu Kencang
Penipisan gusi berarti risiko akar tersentuh akan semakin besar

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya abrasi gigi, antara lain:

  1. Jangan menyikat gigi terlalu keras dan menekan. Gunakan tekanan ringan dan gerakan yang tepat.
  2. Gunakan bulu sikat gigi yang lembut sampai sedang, dengan kepala sikat gigi yang kecil.
  3. Lebih berhati-hati pada saat menyikat gigi taring dan geraham kecil, sebab kedua gigi ini berada di sudut mulut. Yang biasanya secara tidak sengaja membersihkan bagian ini terlalu berlebihan, sehingga dapat menyebabkan abrasi gigi.
  4. Hindari pasta gigi yang banyak mengandung bahan abrasif, misalnya pasta gigi untuk pemutih (whitening toothpaste).
  5. Hindari penggunaan tusuk gigi, dan beralih ke benang gigi.

Baca Juga : Yuk Cari Tahu Cara Menyikat Gigi yang Baik dan Benar!

Namun jika abrasi gigi sudah terjadi, maka perawatan yang dapat dilakukan adalah melakukan penambalan leher gigi dan menutup permukaan akar gigi dengan bahan tambal sewarna gigi.

Jika abrasi gigi sudah terlalu dalam sampai menyerang bagian ruang saraf gigi, maka terlebih dahulu harus dilakukan perawatan saluran akar gigi kemudian dilakukan penambalan sewarna gigi.

Nah ada baiknya kamu menjaga kesehatan gigi kamu sejak dini ya FDCiers. Jangan lupa untuk memeriksakan gigi kamu paling tidak 6 bulan sekali di FDC Dental Clinic. Klinik gigi, ya FDC.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *