Benarkah Cabut Gigi Atas Bisa Menyebabkan Kebutaan?

Cabut gigi menyebabkan kebutaan – Nah, teman – teman FDC semua pasti banyak yang pernah mendengar mitos bahwa jika kita cabut gigi atas dapat menyebabkan kebutaan.

Mitos ini sangat luas beredar di masyarakat yang dampaknya menyebabkan masyarakat menjadi takut dan tidak mau untuk mencabutkan giginya yang sudah tidak dapat dilakukan perawatan lagi. Hmm kira-kira bagaimana ya kebenarannya?

Sebenarnya pencabutan gigi yang dilakukan sembarangan memang benar dapat menimbulkan bahaya dan komplikasi bagi pasien, namun tidak sampai menyebabkan KEBUTAAN.

Hanya saja komplikasi atau efek samping yang dikhawatirkan akan terjadi adalah infeksi yang dapat mengakibatkan terjadinya inflamasi atau peradangan.

Benarkah Cabut Gigi Atas Bisa Menyebabkan Kebutaan?

Kemungkinan yang dapat terjadi adalah infeksi sebelum dan sesudah pencabutan gigi, dimana infeksi inilah yang dapat menyebar ke mata. Nah perlu ditegaskan lagi yah bahwa tidak hanya pencabutan gigi yang dapat memiliki resiko seperti ini namun setiap tindakan operatif yang dilakukan di daerah sekitar kepala mempunyai resiko serupa.

Baca Juga : Pengaruh Membersihkan Lidah Terhadap Bau Mulut! – Drg. Ni Putu Primadewi.C

Ada baiknya guna menghindari resiko infeksi tersebut, sebelum tindakan pencabutan gigi sebaiknya haruslah dilakukan pemeriksaan menyeluruh dan anamnesis yang lengkap pada pasien.

Terutama apakah pasien memiliki riwayat penyakit sistemik contohnya penyakit gula, darah tinggi,atau penyakit lain yang dapat memicu munculnya infeksi pasca pencabutan gigi.

Apabila terdapat infeksi dan peradangan sebelum pencabutan gigi, sebaiknya harus ditangani dengan pemberian obat sebelum dilakukan tindakan pencabutan gigi.

Setelah pencabutan gigi juga harus diberikan obat yang bertujuan mengantisipasi munculnya infeksi. Karena mengingat infeksi sangat mudah menyebar melalui pembuluh darah yang terbuka.

Sebaliknya jika dilihat dari sisi anatominya, saraf gigi dan saraf mata tidak ada keterkaitan secara langsung. Kedua saraf tersebut keluar dari otak dalam keadaan terpisah melewati jalur yang juga berbeda.

Oleh karena itu pencabutan gigi tidak berhubungan langsung dengan komplikasi yang melibatkan mata.

Hal tersebut diilustrasikan dalam gambar berikut ini :

Benarkah Cabut Gigi Atas Bisa Menyebabkan Kebutaan?

Gambar diatas merupakan ilustrasi persarafan kraniofasial oleh Nervus Trigeminus. Nervus Trigeminus mempunyai 3 cabang saraf, yaitu :

  1. Nervus Ophtalmicus (V1) = saraf ini mensarafi daerah sekitar mata
  2. Nervus Maxilaris (V2) = saraf ini mensarafi gigi – gigi rahang atas dan jaringan sekitarnya.
  3. Nervus Mandibularis (V3) = Saraf ini mensarafi gigi – gigi rahang bawah dan jaringan sekitarnya.

Meskipun berasal dari induk saraf yang sama, jika terjadi kerusakan pada salah satu cabang saraf tidak mempengaruhi fungsi cabang saraf yang lain karena daerah yang disarafi berbeda.

Nah ada baiknya kamu menjaga kesehatan gigi kamu sejak dini ya FDCiers. Jangan lupa untuk memeriksakan gigi kamu paling tidak 6 bulan sekali di FDC Dental Clinic. Klinik gigi, ya FDC.

Baca Juga: Perawatan Bonegraft untuk Senyum yang Lebih Baik – Drg. Farida

Sumber Referensi :

  • Lande, R., Kepel, B., dan Siagian, K., Gambaran Faktor Resiko dan Komplikasi Pencabutan Gigi di RSGM PSPD-FK UNSRAT. 2015. Jurnal e-GIGI, Vol:3 No.2

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *