Cari Tahu Cara Mengatasi Gigi yang Hipersensitif

Pernahkah merasakan keluhan gigi yang sensitive terutama saat minum dingin atau panas, padahal gigi tidak berlubang? Gigi terasa ngilu tajam sesaat saat bersentuhan dengan minum dingin atau panas.

Atau bahkan gigi juga bisa terasa ngilu saat terkena tiupan angin, atau saat berkontak dengan makanan yang asam.

Hal ternyata sering kali dianggap masalah sepele, dan penderita jarang datang ke dokter gigi untuk mengatasinya  karena mereka menganggap ini bukan masalah kesehatan yang serius.

Padahal masalah ini patut mendapat perhatian dan tidak bisa sembuh jika hanya didiamkan saja. Fenomena gigi sensitif ini diistilahkan sebagai dentin hipersensitivity. Banyak hal yang dapat menyebabkan gigi terasa ngilu, bisa karena gigi berlubang, gigi patah, dan sebagainya.

Cari Tahu Cara Mengatasi Gigi yang Hipersensitif

Biasanya, daerah yang paling  sering mengalami hipersensitif adalah daerah leher gigi terutama pada permukaan gigi depan bawah.

Di daerah akar gigi tidak tertutup lapisan email. Jadi bila email di daerah leher gigi mengalami abrasi (terkikis),  dentin yang terdapat ujung syaraf gigi akan terbuka, sehingga apabila ada rangsangan dingin atau panas, rasa ngilu pada gigi dapat mengarah ke dentin hypersensitivity.

Baca Juga : Hah? Gigi Bisa Berkarang? Masa Sih? – Drg. Artesya Meidiyana

Ada beberapa hal yang dapat meyebabkan gigi menjadi lebih sensitif, seperti :

  1. Gigi paska tindakan Karena pada tahap ini pori-pori gigi dibuka
  2. Karang gigi yang tidak dibersihkan sehingga menyebabkan gusi turun dan akar gigi terekspos. Kalkulus/karang gigi awalnya menumpuk di daerah leher gigi, dan lama kelamaan gusi dapat menjadi resesi/turun.
  3. Setelah dilakukan scaling (pembersihan karang gigi), biasanya gigi terasa ngilu, karena permukaan akar yang tadinya tertutup oleh karang gigi sekarang bersih dan dentin menjadi terbuka dan ujung syaraf gigi terekspos.
  4. Usia juga mempengaruhi gigi menjadi lebih sensitif. Proses ini terjadisecara fisiologis, dimana proses penurunan gusi yang terjadi secara alamiah seiring bertambahnya usia.
  5. Bahan makanan yang bersifat erosif seperti buah-buahan yang asam, minuman berkarbonasi dan sebagainya memegang peranan dalam dentin hipersensitif. Kondisi mulut yang asam akan membuka pori-pori/ tubuli dentin
  6. Menyikat gigi dengan pasta gigi yang abrasif juga dapat mengikis lapisan gigi di daerah leher gigi. Selain itu cara menyikat gigi yang tidak benar seperti terlalu kuat juga akan menyebabkan gigi terkikis dan lapisan gigi menjadi semakin tipis.

Salah satu cara untuk menanggulangi gigi sensitif adalah dengan penggunaan pasta gigi yang mengandung fluor, potassium citrat (ion potasium) dapat mengurangi kemungkinan terstimulasinya syaraf sehingga rasa sensitif gigi akan berkurang.

Aplikasi bahan fluor topikal juga dapat mengurangi gigi sensitif. Selain itu harus memaksimalkan teknik menyikat gigi yang baik dan benar sesuai prosedur.

Apabila gigi masih ngilu, tindakan selanjutnya dianjurkan untuk ke dokter gigi. Dokter gigi akan mengaplikasikan bahan yang mengandung fluor, potasium nitrate dan bahan lainnya yang dapat mengurangi rasa ngilu.

Bahan ini akan saling mengikat dengan gigi dan menutup pori-pori yang terbuka. Selain itu bisa juga dilakukan perawatan dengan menggunakan bahan adhesive dan bahan penambalan pada gigi yang terkikis.

Nah ada baiknya kamu menjaga kesehatan gigi kamu sejak dini ya FDCiers. Jangan lupa untuk memeriksakan gigi kamu paling tidak 6 bulan sekali di FDC Dental Clinic. Klinik gigi, ya FDC.

Baca Juga : 5 Bahaya Ini Akan Mengancam Jika Kamu Tak Rutin Periksa ke Dokter Gigi – Drg. Yulmia Fatihah

Sumber Referensi :
  • Newman Takei Clinical Periodontology ed.10 : Overview and recent finding.; Philadelphia New York, St.Leouis
  • https://www.omicsonline.org/open-access/dentine-hypersensitivity-a-review-2161-1122-1000330.pdf

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *