Yuk Cegah Karies Gigi dengan Fluor yang Tepat

Fluor adalah elemen golongan halogen dan tidak pernah terdapat bebas di alam. Ikatan fluor baik organic maupun inorganic disebut fluoride. Karies adalah suatu penyakit gigi yang bersifat irreversible dan kumulatif.

Karies ini dapat mengenai semua orang pada semua golongan umur semenjak tumbuhnya gigi dalam rongga mulut.

Fluoride dapat mencegah dan mengontrol karies gigi dengan aman dan efektif bila penggunannya diberikan secara tepat. Peranan fluoride dalam pencegahan karies sudah dikenal lebih dari 60 tahun yang lalu.

Berdasarkan studi literature untuk mencegah terjadinya karies baik primer maupun sekunder sangat dianjurkan untuk melakukan aplikasi larutan fluoride secara professional dan rutin dalam jangka waktu tertentu.

Aplikasi fluoride yang umum dapat berupa fluoridasi air minum, tablet dan tetes fluor, penambahan fluor pada susu, garam dan bahan makanan lain, serta penggunaan fluoride pada pasta gigi dan obat kumur.

Fluoride sangat penting dalam mencegah karies dini. Mekanisme fluoride yang utama adalah :

  • Meningkatkan daya tahan email
  • Remineralisasi email yang porus

Nah ada beberapa jenis fluoridasi, di antaranya:

1. Fluoridasi air minum

Fluoridasi air adalah suatu proses penambahan fluoride ke penampungan air atau semacamnya. Fluoridasi air minum sebagai metode pencegahan dan pengontrolan karies sudah mulai dilakukan di berbagai belahan dunia sejak tahun 1900an.

Dari berbagai penelitian ditemukan bukti bahwa kadar fluor minimal tertentu dalam air minum dapat menghambat karies gigi tanpa menimbulkan bintik – bintik pada enamel, dengan pengaturan konsentrasi fluor pada air minum masyarakat maksimal 1 ppm.

Yuk Cegah Karies Gigi dengan Fluor yang Tepat

Fluoridasi air minum sebagai metode pencegahan dan pengontrolan karies

Namun penggunaannya tak mencegah karies dengan sempurna. Apalagi di beberapa negara banyak daerah yang aliran airnya belum merata serta ketidakmungkinan penambahan fluoride pada air minum di beberapa daerah karena alasan politis dan geografis sehingga tidak didapatkan hasil yang maksimal.

2. Tablet Fluoridasi

Bila tidak terdapat fluoridasi air minum di suatu daerah ataupun bila air minum tidak mengandung jumlah atau konsentrasi fluor yang diinginkan, maka pemberian tablet fluoride per oral dalam bentuk tablet dapat menjadi alternatif pilihan.

Dari hasil penelitian terdapat penurunan jumlah kasus karies gigi bila penggunaan tablet fluoride dilakukan pada saat anak – anak.  Tablet fluoride yang diberikan sebesar 2,2 mg akan menghasilkan fluoride sebesar 1 mg per hari. Penggunaan tablet fluor tidak boleh diberikan jika kadar fluor dalam air minum di suatu daerah sudah melebihi 0,7 ppm.

Penambahan fluor dalam bentuk tablet dapat diberikan pada periode usia yaitu mulai sejak lahir hingga usia 5 atau 6 tahun pada saat email semua gigi susu dan gigi tetap selain molar ke tiga dibentuk.

Pemberian fluor pada periode ini telah menunjukkan pengurangan yang nyata dari jumlah karies gigi pada gigi susu dan tetap. Selain itu periode lainnya yaitu 5 – 6 tahun sampai usia 12 – 14 tahun.

3. Topikal Fluoride

Jika dalam suatu masyarakat tidak mendapat fluoridasi air minum atau penambahan fluoride berupa tablet fluor, dapat menggunakan sediaan fluor yang berkadar rendah dengan pemakaian yang berulang seperti penggunaan pasta gigi berfluoride dan obat kumur yang mengandung fluoride.

Penggunaan pasta gigi yang mengandung fluor harus dianjurkan untuk semua orang. Pemakaian pasta gigi berfluoride sehari – hari dapat menurunkan karies sebesar 15 – 30 %.

Akan tetapi pemakaian pasta gigi berfluoride ini pada anak – anak harus lebih diawasi karena kemungkinan tertelannya sebagian pasta gigi dapat terjadi dikarenakan pada umumnya anak – anak belum mampu untuk berkumur dan meludah dengan baik setelah menyikat gigi.

Kebanyakan pasta gigi yang beredar di pasaran mengandung kira – kira 1 mg F/g (1 gram setara dengan 12 mm pasta gigi pada sikat gigi). Diduga anak – anak rata – rata menelan 0,3 – 0,4 mg pasta gigi setiap kali menggosok gigi sehingga jumlah fluor yang masuk ke tubuh setiap harinya bisa mencapai 0,5 mg.

Tertelannya pasta gigi yang berlebihan jelas tidak diinginkan apalagi bagi anak – anak yang telah menerima fluor secara sistemik berupa fluoridasi air minum.

Secara umum manfaat obat kumur berfluoride antara lain :

  1. Membantu mengurangi resiko karies dan penyakit periodontal
  2. Mengurangi kuantitas dan kualitas dari plak gigi atau bakteri di mulut

Namun seperti halnya penggunaan pasta gigi, pada anak – anak penggunaan obat kumur juga harus diawasi. Maka dari itu tidak disarankan penggunaan obat kumur ini bagi anak – anak usi pra sekolah tapi diindikasikan untuk anak yang berusia diatas 6 tahun dan orang dewasa yang mudah terserang karies.

Nah ada baiknya kamu menjaga kesehatan gigi kamu sejak dini ya FDCiers. Jangan lupa untuk memeriksakan gigi kamu paling tidak 6 bulan sekali di FDC Dental Clinic. Klinik gigi, ya FDC.

Baca Juga: Yuk Cari Tahu Cara Menyikat Gigi yang Baik dan Benar! – Drg. Indah Desvina

Sumber Info :

  • H. Aplikasi fluoride pada pencegahan dan perawatan karies gigi.Simposium”Pencegahan Karies Gigi dengan Fluor”. Ikatan Dokter Gigi Anak Indonesia (IDGIA). Jakarta
  • http://gilangrasuna.wordpress.com/2010/06/12/penggunaan-fluor-sebagai-pencegahan-karies=gigi-sejak-dini

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *