Gawat! Kelainan Gigi Akibat Kebiasaan Buruk ini Sering Dianggap Sepele

Kelainan Gigi Akibat Kebiasaan Buruk – Beberapa dari kita mungkin memiliki susunan gigi yang tidak beraturan. Ada yang tumpang tindih, berjejal, gigi depan yang maju, atau gigitan silang antara rahang atas dan bawah.

Maloklusi sering menjadi masalah utama pasien orthodonsi. Adanya posisi postural adaptif, gerak penutupan translokasi, mekanisme refleks, susunan  yang tidak teratur.

Trauma gigi terhadap jaringan lunak dan penampilan pribadi yang buruk atau gangguan pada bicara normal yang disebabkan oleh posisi gigi.

Berikut ini jenis-jenis maloklusi :

  1. Protrusi
  2. Intrus dan Ekstrusi
  3. Crossbite
  4. Deep bite
  5. Open bite
  6. Crowded
  7. Diastema
Gawat! Kelainan Gigi Akibat Kebiasaan Buruk ini Sering Dianggap Sepele
Gawat! Kelainan Gigi Akibat Kebiasaan Buruk ini Sering Dianggap Sepele

Beberapa permasalahan yang paling mengganggu adalah open bite. Open bite (gigitan terbuka) adalah kondisi ketika gigi seri atas dan bawah tidak saling bersentuhan ketika menggigit.

Hal ini disebabkan oleh kebiasaan buruk seperti mendorong lidah, mengisap jari, atau ketika rahang tidak tumbuh merata. Open bite dibagi menjadi tiga. Open bite anterior, open bite posterior, serta kombinasi dari keduanya.

Open bite anterior adalah tidak adanya overbite antara insisal edge anterior maksila dan mandibula, sedangkan gigi posterior dalam keadaan oklusi.

Faktor etiologi yang bertanggung jawab menyebabkan open bite adalah:

  1. pertumbuhan gigi yang tidak menentu
  2. herediter
  3. kebiasaan menggigit jari
  4. menghisap jempol
  5. kebiasaan mendorong lidah

Baca Juga : Inilah Masalah Yang Bikin Kamu Wajib Pake Behel

Akibat dari open bite adalah terjadi kelainan bunyi saat mengucapkan huruf s, sh, z, zh, th dan kadang-kadang pada huruf t dan d, penampilan menjadi tidak menarik, dan fungsi gigi anterior menjadi berkurang dalam pengunyahan maupun menggigit makanan. Untuk itu perawatan pada pasien dengan kasus open bite sangat diperlukan.

Untuk mendapatkan perawatan yang sukses, perlu dianalisis terlebih dahulu etiologi dari open bite tersebut, serta komponen dentocraniofasial yang terlibat. Sassouni membagi open bite menjadi dua klasifikasi, dental dan skeletal.

Open bite dental dihubungkan dengan kondisi klinis sebagai berikut:

  1. Pola craniofasial yang normal
  2. Proklinasi insisal
  3. Intrusi gigi anterior
  4. Tinggi molar normal
  5. Inklinasi mesial dari pertumbuhan gigi posterior
  6. Kegagalan erupsi gigi tanpa diketahui penyebab yang jelas
  7. Mengecilnya bidang oklusal rahang atas dan bawah,
  8. Tidak memiliki gummy smile
  9. Kebiasaan menghisap jempol
  10. Tidak ada kelebihan tinggi maksila
  11. Kebiasaan mendorong lidah
  12. Tanpa ditemukan rontgen cephalometri yang tidak normal.

Kondisi klinis open bite skeletal dihubungkan dengan salah satu dari ciri berikut:

  1. Sudut bidang mandibula yang curam
  2. Meningkatnya sudut gonial
  3. Ramus mandibula yang rendah
  4. Bagian dari maksila atau bidang palatal miring ke anterior
  5. Meningkatnya tinggi wajah anterior bawah
  6. Menurunnya tinggi wajah bagian anterior atas
  7. Meningkatnya anterior dan menurunnya posterior dari tinggi wajah Naiknya kelenturan cranial base
  8. Cranial base anterior yang curam
  9. Jarak nasion-basion yang pendek
  10. Kecilnya badan mandibula dan ramus dan retrognasi mandibula.

Baca juga : Apa Saja ya Kebiasaan Buruk yang Dapat Merusak Gigi? – Drg. Ni Putu Primadewi

Penatalaksanaan open bite tergantung pada etiologi dari masing-masing kasus, umur dan ekspektasi pasien. Untuk itu sangat penting mengetahui etiologi dari kasus open bite dari pasien supaya dapat ditentukan perawatan yang tepat sehingga bisa berhasil mengembalikan oklusi pasien ke keadaan yang normal.

Nah ada baiknya kamu menjaga kesehatan gigi kamu sejak dini ya FDCiers. Jangan lupa untuk memeriksakan gigi kamu paling tidak 6 bulan sekali di FDC Dental ClinicKlinik gigi, ya FDC.

Sumber Referensi :

  • Tang El. Occlusal features of Chinese adults in Hong Kong. Aust Orthod J. 1994; 13:159-63.
  • Sassouni V. A clasiification of skeletal facial types Am J Orthod Dentofacial Orthop. 1969; 55:109-23.
  • Mizrahi E. A review of anterior open bite. Br J Orthod. 1978; 5:21-7.
  • Shrestha, Basanta K. Orthodontic treatment of anterior dental open bite with drawbridge effect: A case repport. Orthodonthic Journal of Nepal. Hal 69-72. 2013.

Posted

in

by

Comments

Satu tanggapan untuk “Gawat! Kelainan Gigi Akibat Kebiasaan Buruk ini Sering Dianggap Sepele”

  1. Avatar BestTerrence

    I have noticed you don’t monetize your page, don’t waste your traffic, you
    can earn additional cash every month. You can use the best adsense
    alternative for any type of website (they approve all websites), for more info simply search in gooogle:
    boorfe’s tips monetize your website

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *