Hah… Gigi Bisa Berkarang? Masa Sih?

Masalah yang sering didapati di dalam mulut adalah karies gigi, radang gusi dan jaringan periodontal. Menurut para ahli penyakit tersebut disebabkan oleh penyebab yang sama yaitu plak gigi.

Apabila proses peradangan berlanjut, maka jaringan periodontal ini akan rusak sehingga akan kehilangan fungsinya sebagai penopang gigi. Gigi akan menjadi goyang dan lama-kelamaan akan lepas dari tempatnya. Plak adalah lapisan lengket yang merupakan kumpulan dari bakteri-bakteri.

Plak yang tidak dibersihkan akan termineralisasi menjadi kalkulus atau karang gigi. Plak dan karang gigi inilah yang akan mengiritasi gusi dan menyebabkan gusi berdarah, bengkak (gingivitis).

Perkembangannya kemudian menjadi periodontitis jika kerusakan sudah mengenai tulang pendukungnya.Hal ini biasanya ditandai dengan lepasnya garis perlekatan gusi.

Kerusakan tulang pendukung inilah yang menyebabkan gigi mulai goyang. Jika tidak dirawat maka akan berakibat pada tindakan pencabutan gigi.

Nah cara untuk mencegah hal tersebut semakin parah adalah dengan perawatan scaling dan root planning. Perlu diketahui scaling dan root planning adalah proses membuang plak dan karang gigi yang dapat menyebabkan inflamasi untuk memulihkan kesehatan gusi secara menyeluruh.

Scaling adalah proses dimana plak dan karang gigi dibuang dari permukaan supragingiva (bagian atas gusi) dan subgingiva (bagian bawah gusi), sementara root planing adalah proses dimana sisa karang gigi yang berada di sementum dikeluarkan dari akar gigi untuk menghasilkan permukaan gigi yang halus, keras, dan bersih.

Scaling dan root planing bukan merupakan dua prosedur yang terpisah; keduanya termasuk dalam perawatan periodontal dasar.

Untuk melakukan scaling dan root planing, terdapat tahapan prosedur yang perlu dijalani secara bertahap. Tahapan prosedur tersebut adalah sebagai berikut.

1. Pemeriksaan kedalaman poket periodontal.

Poket periodontal merupakan celah sempit yang terletak di antara gigi dan gusi. Mengukur kedalaman poket periodontal penting untuk mengetahui tingkat inflamasi pada gusi.

Hah... Gigi Bisa Berkarang? Masa Sih?
Ilustrasi
Poket Periodontal

2.  Deteksi karang gigi

Karang gigi, atau dalam istilah kedokteran disebut kalkulus (calculus), yaitu plak yang mengeras dan mengumpul di permukaan gigi. Karang gigi berwarna kekuningan dan sulit dihilangkan jika hanya dilakukan dengan menyikat gigi atau flossing.

Ukuran, bentuk, dan lokasi karang gigi merupakan parameter yang perlu diperhatikan saat pendeteksian karang gigi dilakukan. Ciri khas gigi yang mengandung karang gigi adalah permukaan gigi terasa kasar dan terdapat endapan kekuningan pada permukaannya.

3. Proses scaling dan root planing Proses ini terdiri dari:

  • Scaling supragingiva: membersihkan karang gigi yang terdapat di bagian atas gusi, tepatnya pada mahkota gigi.
Hah... Gigi Bisa Berkarang? Masa Sih?

Scaling supragingiva
  • Scaling subgingiva: membersihkan karang gigi yang terdapat di bagian bawah gusi, tepatnya pada akar gigi.
Hah... Gigi Bisa Berkarang? Masa Sih?

Scaling subgingiva
  • Root planing: kelanjutan dari scaling subgingiva; membersihkan sisa karang gigi pada sementum akar gigi.
Hah... Gigi Bisa Berkarang? Masa Sih?

Root planing

Nah ada baiknya kamu menjaga kesehatan gigi kamu sejak dini ya FDCiers. Jangan lupa untuk memeriksakan gigi kamu paling tidak 6 bulan sekali di FDC Dental Clinic. Klinik gigi, ya FDC.

Baca Juga: Apakah Pola Makan Mempengaruhi Kesehatan Gigi? – Drg. Monika Werdiningsih

Sumber Referensi :

  • Astoeti TE, 2006. Total Quality Management dalam Pendidikan Kesehatan Gigi di Sekolah. Jakarta. PT. Rajaa Grafindo Persada
  • Aringningrum R, 2000.Beberapa Cara Menjaga kesehatan   Gigi      dan      Mulut. Jakarta.Hipocrates
  • Creeth JE, Gallagher A, Sowinski J, Bowman J, Barrett K, Lowe S, Patel K, Bosma ML. 2009. The Effect of Brushing Time and Dentifrice on Dental Plaque In Vivo. Journal Dental Hygiene
  • Cuqini A.M., Thompson M., Warren R.P., 2006. Correlation Between Two Plaque Indices In Assesment of Toothbrush Effectiveness. The Journal of Contemporary Dental Practice. Vol.7. www.Thejcdp.com

Posted

in

, ,

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *