Jangan Sampai Terlambat Cegah Karies Gigi Sekarang Juga!

Karies gigi adalah suatu proses larutnya mineral email permukaan gigi yang menyebabkan destruksi, dapat terjadi terus ke bagian yang lebih dalam dari gigi.

Sehingga membentuk lubang yang tidak dapat diperbaiki kembali oleh tubuh melalui proses penyembuhan, pada proses ini terjadi demineralisasi yang disebabkan oleh adanya interaksi kuman, karbohidrat yang sesuai pada permukaan gigi dan waktu.

Karies gigi

Karies gigi dimulai dengan kerusakan pada email yang dapat berlanjut ke dentin. Untuk dapat terjadinya suatu proses karies pada gigi dibutuhkan empat faktor utama yang harus saling berinteraksi yaitu faktor host, aget, substrat dan waktu.

Terbentuknya karies gigi

Mekanisme terjadinya karies gigi dimulai dengan adanya plak beserta bakteri penyusunnya.

Karies servikal merupakan  karies yang terletak pada sepertiga daerah mahkota gigi yang paling dekat dengan gingiva atau sepertiga daerah akar yang paling dekat dengan mahkota (Phinney, 2012).

Baca juga : Inilah Penyebab Karies Gigi dan Cara Mengatasinya! – Drg. Anjasari Evanata

Bentuk karies servikal dapat berbentuk bulan sabit, bulat, atau oval. Karies ini dapat terjadi pada satu area gigi atau lebih. Karies dapat meluas secara radial dan bergabung dengan area karies lain.

Ciri-ciri karies gigi

Karies ini dapat muncul sebagai daerah berwarna putih, coklat, atau hitam dengan tepi yang tidak beraturan, dengan atau tanpa kavitas pada akar yang terbuka.Karies servikal tidak memiliki gejala walaupun terdapat nyeri pada lesi lanjutan.

Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa usia dewasa pertengahan dan lanjut usia memiliki lesi karies servikal lanjutan tetapi tidak pergi ke dokter gigi untuk mendapatakan perawatan (Bansal et al., 2011).

Gejala umum pada karies servikal yaitu sensitif terhadap ransangan dingin atau panas, manis dan asam. Karies servikal dapat meluas secara cepat ke daerah akar.

Jangan Sampai Terlambat Cegah Karies Gigi Sekarang Juga!
Jangan Sampai Terlambat Cegah Karies Gigi Sekarang Juga!

Proses Terjadinya Karies Servikal

Terbentuknya karies servikal

Terbentuknya karies servikal dapat disebabkan oleh beberapa factor, seperti faktor penyebab primer yang langsung mempengaruhi biofilm (lapisan tipis normal pada permukaan gigi yang berasal dari saliva) dan faktor modifikasi yang tidak langsung mempengaruhi biofilm.

Lapisan sementum

Lapisan sementum pada permukaan luar akar yang terbuka dapat hilang seiring waktu. Terutama dentin pada bagian servikal gigi memiliki tubuli dentin yang lebih sedikit disbanding dentin bagian mahkota. Terbentuknya karies servikal dipengaruhi pula oleh adanya cemento enamel junction (CEJ).

Selain faktor primer, faktor kausatif lainnya seperti usia, iatrogenik (piranti ortodontik atau perawatan prostetik) serta merokok, penggunaan sikat gigi yang tidak tepat, kemampuan menjaga kebersihan rongga mulut dan pola makan.

Perawatan Karies Servikal

Karies servikal

Karies servikal harus mendapatkan perawatan sesegera mungkin walaupun lubang yang terlihat masih kecil. Tipe karies ini mempengaruhi jaringan lain yang akan mengarah ke akar sehingga jika tidak dilakukan perawatan dan kondisi karies semakin mendalam, gigi akan mudah keropos dan patah.

Jika karies servikal masih sedalam enamel atau lapisan terluar gigi, maka tindakan yang perlu dilakukan adalah fluoridasi untuk remineralisasi enamel. Apabila kedalaman karies sudah mencapai dentin, maka tumpatan atau memanipulasi gigi tiruan/crown sebagai penyebab terjadinya karies servikal perlu dilakukan.

Jika kedalaman karies servikal sudah mencapai daerah ruang pulpa sehingga gejala yang ditimbulkan adalah nyeri spontan, perawatan yang perlu dilakukan adalah perawatan saluran akar.

Tindakan preventif agar tidak terbentuk karies servikal yaitu dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut. Sikat gigi dengan bulu halus dan pasta gigi fluoride harus selalu digunakan untuk menyikat gigi setelah sarapan dan malam sebelum tidur.

Penggunaan dental floss untuk membersihkan sela-sela antar gigi. Teknik menyikat gigi yang benar dengan gerakan memijat gusi atau gingiva serta kumur dengan antiseptic dapat menstimulasi regenerasi enamel.

Nah ada baiknya kamu menjaga kesehatan gigi kamu sejak dini ya FDCiers. Jangan lupa untuk memeriksakan gigi kamu paling tidak 6 bulan sekali di FDC Dental ClinicKlinik gigi, ya FDC.

Sumber Referensi :

  • Bansal,V, Kaursohi, R, & Veeresha 2011, Root Caries : A Problem Growing Age. Journal of Indian Academy of Denal Specialist, vol. 2, no. 2, pp. 43-45.
  • Nur Aisyah Maulidya Rahmawati, Conservative Dentistry Journal Vol.6 No.1  : 58-65
  • Sreassler, HE 2005, Cervvical Caries-Treatment Options Based Upon Etiology ofThe Lesion. Inside Dentistry, vol. 1, no. 1.
  • Vandana, KL & Haneet, RK 2014, Cementoenamel Junction : An Insight,Departement of Periodontics, College of Dental Sciences, Journal of IndianSociety of Periodontology, vol. 18, no. 5, pp. 549-554.

Posted

in

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *