Kebiasaan Buruk yang Dapat Merusak Gigi

Banyak hal yang sering dilakukan tanpa kita sadari yang dapat merusak kesehatan gigi dan mulut kita. Bukan hanya sakit gigi, tetapi gigi berantakan, rapuh, serta goyang dan tanggal.

Pada umumnya hampir semua orang menginginkan gigi yang rapi, putih, dan bersih. Siapa sih yang gak mau punya gigi yang putih dan bersih? demi menjaga kesehatan gigi.

Baca Juga : Cara Mencegah Gigi Berlubang dan Penyakit Mulut Lainnya – Drg. Galih Puspitaningrum

Ternyata ada beberapa aktivitas yang dilakukan belum bisa membuat gigi bersih dan sehat. Ada beberapa kebiasaan buruk yang dapat merusak gigi dan jarang disadari.

Kebiasaan tersebut antara lain:

1. Bernapas Melalui Mulut

Menurut Proffit, et.al., (2007), kebutuhan manusia untuk bernafas merupakan faktor penentu utama dalam menentukan bentuk dari rahang dan lidah serta bentuk kepala.

Karena kebiasaan bernafas melalui mulut dapat mengubah keseimbangan tekanan pada rahang dan gigi yang akan berpengaruh pada pertumbuhan kedua rahang dan posisi gigi.

Hal itu membuat kebiasaan bernafas melalui mulut dapat menyebabkan gangguan pada gigi seperti gigitan terbuka serta peradangan pada gusi.

Kebiasaan Buruk yang Dapat Merusak Gigi
Bernapas Melalui Mulut

2. Menghisap Ibu Jari

Mengisap ibu jari bukanlah suatu penyebab atau gejala dari masalah fisik atau psikologis (Dionne, 2001). Beberapa kasus menunjukkan kebiasaan mengisap ibu jari dapat menjadi masalah karena ada kemungkinan terjadinya misalignment gigi permanen.

Jika seorang anak yang berusia lima atau enam tahun masih \melakukan kebiasaan mengisap ibu jari (Stuani, et al, 2006).

Hal tersebut juga dapat mengubah rasio antara bagian atas dan bawah ketinggian wajah bagian depan. Akibatnya posisi gigi depan jauh lebih maju dari gigi bawah, dan terjadi open bite (Millett and Welbury, 2005; Dionne, 2001).

Kebiasaan Buruk yang Dapat Merusak Gigi
Kebiasaan Menghisap Jempol

3. Mengunyah dengan satu sisi

Kebiasaan mengunyah pada satu sisi geraham memang tidak mempengaruhi pertumbuhan gigi, namun akan mempengaruhi perkembangan rahang.

Bagian yang sering berfungsi akan memicu perkembangan rahang, sedangkan bagian yang dibiarkan pasif menjadi tidak begitu berkembang (Suryawati, 2010). Mengunyah makanan dengan satu sisi mulut menyebabkan otot tebal dan kuat hanya di satu sisi tersebut.

Otot muka di sisi kanan dan kiri menjadi asimetris. Mengunyah makanan dengan dua sisi mulut juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut. Mengunyah sendiri memiliki sifat self cleansing.

Air liur di mulut akan banyak keluar saat kita mengunyah dan air liur ini menstabilkan kondisi flora normal rongga mulut, bila hanya mengunyah di satu sisi saja maka yang akan bersih satu sisi tersebut, sedangkan sisi yang lain beresiko lebih banyak timbul plak atau karang gigi (Susanto dan Hanindriyo, 2014).

Kebiasaan Buruk yang Dapat Merusak Gigi
Mengunyah Dengan Satu Sisi

Kebiasaan buruk dalam mengunyah satu sisi, yang dilakukan dalam jangka waktu lama adalah salah satu dari sekian banyak faktor yang sering dikaitkan dengan kelainan sendi rahang (TMJ/ Temporomandibular Junction).

Dampak dari kelainan ini bermacam-macam, karena faktor pemicunya juga bervariasi. Keluhan utama pasien yang mengalami kelainan TMJ umumnya adalah sakit kepala yang tidak jelas penyebabnya, sakit di depan telinga, atau terdengar bunyi “klik” (biasa disebut “clicking”) pada saat membuka atau menutup mulut.

Pasien juga sering mengeluhkan rasa lelah pada otot pipi atau sulit membuka mulut (Ariyanti, 2007).

Nah ada baiknya kamu menjaga kesehatan gigi kamu sejak dini ya FDCiers. Jangan lupa untuk memeriksakan gigi kamu paling tidak 6 bulan sekali di FDC Dental ClinicKlinik gigi, ya FDC.

Baca Juga :  Apakah Pola Makan Mempengaruhi Kesehatan Gigi? – Drg. Monika Werdiningsih

Sumber Referensi:

  • Aryanti Sartika, 2007, Penanggulangan Gangguan Sendi Temporomandubula Akibat Kelainan Oklusi Secara Konservatif, Jurnal, Universitas Sumatera Utara
  • Dionne, Wanda. 2001. Little Thumb. Los Angeles: Pelican Publishing Company.
  • Millett D and R Welbury. 2005. Clinical Problem Solving in Orthodontics and Paediatric Dentistry. Edinburgh. Elsevier
  • Proffit, W.R. & Fields, H.W. 2000. Contemporary Orthodontics. 4th Edition. Mosby Inc., St. Louis. H. 154-158.
  • Stuani AS, Maria BSS, Maria da CPS,  Mírian ANM. 2006. Anterior open bite-cephalometric evaluation of the dental pattern. Braz. Dent. J. vol.17 no.1 Ribeirão Preto 2006
  • Suryawati, N.P., 2010, Pertanyaan Penting Perawatan Gigi Anak, Dian Rakyat, Jakarta.
  • Susanto, H., Hanindriyo, L., 2014, Materi PHBS Dalam Kegiatan PPSMB UGM 2014, Jurnal, Universitas Gajah Mada

Posted

in

, ,

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *