Inilah Penyebab Bau tak Sedap Pada Mulut

Pernahkah kalian merasa mulut kalian berbau tidak sedap? Apa sih penyebabnya? Berikut penjelasannya.

Halitosis merupakan kondisi di mana bau napas tidak sedap berasal dari rongga mulut, dapat terjadi secara fisiologis dan patologis.

Inilah Penyebab Bau tak Sedap Pada Mulut
Bau Mulut tak Sedap

Faktor Lokal

Faktor lokal yang berperan dalam timbulnya halitosis adalah adanya penyakit gingiva gusi dan periodontal (jaringan penyangga gigi). Metode terapi halitosis biasanya bertujuan untuk menghilangkan faktor lokal tersebut, dapat berupa mekanis (penyikatan gigi dan lidah), kimiawi (permen karet, obat kumur) dan kontrol diet atau asupan makanan.

Baca juga : Pengaruh Membersihkan Lidah Terhadap Bau Mulut! – Drg. Ni Putu Primadewi.C

Secara normal, rongga mulut merupakan tempat umtuk hidup yang baik bagi banyak spesies baik bakteri seperti jamur, maupun virus, namun pada pasien halitosis intraoral, lebih banyak ditemukan variasi bakteri dari kokobasilus batang gram negatif dan batang gram positif.

Penyebab Ekstraoral dari Halitosis

Penyebab ekstraoral dari halitosis antara lain sinusitis kronik, faringitis, laringitis, tonsilitis dan tonsiloliths. Selain itu, penggunaan obat-obatan seperti kloral hidrat, isorbid dinitrat, dimetil sulfoksida, dilsulfiram, bahan sitotoksik, paraldehid, dan triamteren.

Serta penyakit sistemik seperti diabetes melitus, penyakit pada sistem respiratorius atau gastrointestinal, gagal organ hepar atau renal, dan gangguan metabolik trimetilamin juga berperan dalam timbulnya halitosis.

Baca juga : Tips Bebas Bau Mulut Saat Memakai Behel Gigi

Jika kalian menyadari bahwa nafas sudah tidak lagi segar, mulailah melakukan perawatan gigi rutin seperti menyikat gigi 2x sehari selama 2 menit dengan pasta gigi berfluoride, selain itu minum air putih yang banyak, mengunyah permen karet rendah gula. Jika hal tersebut tidak mengurangi nafas bau yang mengganggu, segeralah cek ke dokter gigi.

Inilah Penyebab Bau tak Sedap Pada Mulut
Gigi Sehat Terlihat Putih Bersih

Nah ada baiknya kamu menjaga kesehatan gigi kamu sejak dini ya FDCiers. Jangan lupa untuk memeriksakan gigi kamu paling tidak 6 bulan sekali di FDC Dental ClinicKlinik gigi, ya FDC.

Sumber Referensi :

  • Burton JP, Chilcott CN, Tagg JR. The rationale and potential for the reduction of oral malodour using Streptococcus salivarius probiotics. Oral Dis 2005;11(Suppl. 1):29-31
  • Donaldson AC, McKenzie D, Flanagan AJ, Riggio MP. Microbiological culture analysis of the tongue microflora in subjets with and without halitosis. Oral Dis 2005;11(Suppl. 1):120
  • Murata T, Fujiyama Y, Yamaga T, Miyazaki H. Breath malodor in an asthmatic patients caused by side-effects of medication: a case report and review of the literature. J Oral Dis 2003;9:273-6.
  • van Den Broek AMWT, Feenstra L, De Baat C. Complaints of halitosis related to the oral cavity. A preliminary report of 700 consecutive patients. Oral Dis 2005;11(Suppl. 1):107-8.
  • Mitchell SC. Trimethylaminuria (fish-odour syndrome) and oral malodour. J Oral Dis 2005;11(Suppl 1):10-3

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *