Pentingnya Oral Hygiene dalam Perawatan Ortodontik

Perawatan ortodontik – Pemakaian alat ortodonti atau behel, terutama alat ortodonti cekat membuat gigi lebih sukar dibersihkan dan mempermudah terjadinya penumpukan plak pada gigi pasien.

Plak merupakan faktor penyebab penyakit periodontal dan kerusakan gigi. Oleh karena itu, pemeliharaan oral hygiene dalam perawatan ortodonti merupakan faktor utama dalam mencegah penumpukan plak.

Oral hygiene adalah tindakan pemeliharaan rongga mulut agar tetap bersih dan sehat untuk mencegah terjadinya karies atau gigi berlubang, penyakit jaringan periodontal serta bau mulut.

Tujuan pemeliharaan oral hygiene adalah untuk menyingkirkan atau mencegah timbulnya plak gigi dan sisa-sisa makanan yang melekat di gigi.

Oral hygiene sangat berperan dalam perawatan ortodonti atau perawatan behel agar mendapatkan hasil perawatan yang memuaskan.

Untuk mencegah komplikasi yang terjadi, dokter gigi harus memperhatikan oral hygiene pasien.

Membersihkan gigi dengan alat ortodonti cekat sedikit lebih sulit, karena alat ortodonti cekat tidak dapat dilepas sendiri oleh pasien.

Sehingga pemakaian alat ortodonti cekat dibutuhkan perawatan yang lebih intensif untuk mencegah komplikasi.

1.Cara Penyikatan Gigi

Sikat gigi yang digunakan pada pasien ortodonti harus memiliki bulu sikat yang lembut (soft). Pada saat perawatan ortodonti atau behel, sikat gigi yang digunakan untuk alat ortodonti/behel cekat atau lepasan terdiri dari dua jenis, yaitu sikat gigi manual dan sikat gigi elektrik.

Sikat Gigi Manual.
Sikat Gigi Elektrik.
Sikat gigi dengan baris tengah bulu sikat berukuran lebih pendek.

Frekuensi penyikatan gigi juga merupakan faktor yang mempengaruhi efektifitas penyikatan gigi.

Jika penyikatan lebih sering dilakukan, maka gigi dan rongga mulut lebih bersih sehingga mencegah akumulasi plak dan timbulnya gingivitis.

Penyikatan gigi harus dilakukan minimal 2 kali sehari khususnya setelah sarapan pagi dan sebelum tidur selama 2-3 menit.

2. Pemakaian Dental Floss

Cara menggunakan dental floss adalah mengambil sekitar 45 cm dari dentalfloss, kemudian lilitkan pada jari tengah di kedua tangan dan beri jarak sekitar 4 cm.

Regangkan dengan kencang menggunakan jari telunjuk dan ibu jari. Arahkan dental floss yang diregangkan di antara gigi.

Saat dental floss mencapai batas gingiva, tekuk menjadi seperti huruf C berlawanan dengan permukaan gigi.

Gerakkan secara perlahan ke atas,bawah, depan dan belakang untuk membersihkan permukaan gigi.

Selanjutnya pindahkan dental floss ke gigi sebelahnya. Dengan gerakan menyerupai gergaji, keluarkan dental floss setelah seluruh permukaan selesai dibersihkan.

Pemakaian Dental Floss.

3. Penggunaan Pasta Gigi Fluoride

Menurut Academy of General Dentistry, menyikat gigi dengan pasta gigi ber-fluoride dua kali sehari dapat mengurangi kerusakan gigi hingga 40 persen.

Pasta gigi yang diletakkan pada bulu sikat hanya seukuran kacang, karena pasta gigi dapat membuat penyikatan gigi lebih efektif dengan membersihkan dan menghilangkan plak, noda dan sisa makanan.

Menyikat gigi dengan pasta gigi ber-fluoride.

4. Penggunaan Obat Kumur

Obat kumur dipercaya dapat mencegah pembentukan plak gigi dan gingivitis. Obat kumur yang sering digunakan adalah chlorhexidine, triclosan dan listerine.

Chlorhexidine merupakan obat kumur yang paling efektif membunuh bakteri gram positif dan negatif. Selain chlorhexidine, bahan yang sering dipakai sebagai obat kumur adalah triclosan.

Triclosan tidak menyebabkan stain pada permukaan gigi. Bahan ini juga dipakai pada pasta gigi.

Namun efek dalam penghambatan plak bakteri kurang bila dibandingkan chlorhexidine.

Listerine juga dipakai sebagai obat kumur, karena listerine merupakan obat kumur essential oil / phenolic dan memiliki efek menghambat pembentukan plak sedang.

Sekarang kamu sudah tahu kan, betapa pentingnya Oral Hygiene pada saat perawatan behel?

Jadi, jangan malas untuk menggosok gigi pada saat memakai behel. Jangan lupa juga datang ke FDC Dental Clinic ya!

Sumber Info    :

  1. Lau P, Wong R. Risks and complications in orthodontic treatment. Hong Kong Dental Journal, 2006;3:12-22.
  2. Hobson RS, Clark JD. How UK orthodontists advise patients on oral hygiene. Br J Orthod, 1998;25:64-6.
  3. Derks A dkk. Caries preventive measures used in orthodontic practices: An evidence-based decision?. Am J Orthod Dentofacial Orthop, 2007;132:165-70.
  4. Kharsa MAI. The importance of oral hygiene in orthodontic treatment. The Orthodontic cyberjournal, 2008: 1-9.
  5. Benson PE dkk. Fluorides, orthodontics and demineralization: a systematic review. Journal of Orthodontics, 2005; (32): 102–14
  6. Ardhana Wayan. Biomekanika Ortodontik. Universitas Gadjah Mada, 2010.
  7. Arici S, Alkan A, Arici N. Comparison of different toothbrushing protocols in poor-toothbrushing orthodontic patients. European Journal of Orthodontics, 2007; 29: 488–92
  8. Maulani Chaerita, Seluk Beluk Kawat Gigi, Jakarta : PT. Gramedia 2009.
  9. Laing E, dkk. An Update on Oral Hygiene Products and Techniques. Dental update, 2008: 270-9.
  10. Kitayama S dkk. Enamel Bonding of Self-etch and Phosphoric Acid-etch Orthodontic Adhesive Systems. Dental Materials Journal, 2007; 26(1): 135-43.
  11. google.com images for orthodonti. 2010
  12. Costa MR dkk. Efficacy of Ultrasonic, Electric and Manual Toothbrushes in Patients with Fixed Orthodontic Appliances. Angle Orthodontist, 2007; 77 (2): 361-6.
  13. Kassab MM, Cohen RE. The etiology and prevalence of gingival recession. J Am Dent Assoc 2003; 134; 220-5.
  14. Lucas VS. The relationship between odontogenic bacteraemia and orthodontic treatment procedures. European journal of orthodontics, 2002; 24: 293-301
  15. Song Li dkk. A method for producing controlled fluoride release from an orthodontic bracket. European Journal of Orthodontics, 2007; (29): 550–4.
  16. Brusca MI. dkk. Influence of different orthodontic brackets on adherence of microorganisms in vitro. Angle Orthodontist, 2007; 77(2): 331-5.
  17. Bahirrah S. Pergerakan Gigi Dalam Bidang Ortodonsia Dengan Alat Cekat. Universitas Sumatera Utara.

Baca Juga:

Enggak Percaya Diri Karena Gigi Ompong? Pakai ini aja

Gigi dan Mulut yang Sehat Bisa Membuat Hidup Lebih Baik?

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *