Kombinasi Perawatan untuk Bruxism

Bruxism adalah suatu kebiasaan yang tanpa disadari dan berulang atau tidak beraturan (spasmodik), non fungsional grinding atau clenching.

Selain dari gerakan pengunyahan mandibula yang akan mengarahke trauma oklusal mengerotkan gigi. Tidak terdapat perbedaan predileksi jenis kelamin, artinya bruxism dapat dialami oleh baik laki-laki maupun perempuan.

Penyebab bruxism

Penyebab bruxism berdasarkan telah literatur terdapat dua kelompok faktor penyebab bruxism yaitu periferal (morfologis) dan sentral (physiopatologis dan psikologis).

Berbagai studi memperlihatkan pula berbagai faktor resiko yang memperburuk bruxism seperti merokok, kafein dan konsumsi alkohol.

Baca Juga : Yuk Kenali Penyakit yang Bisa Menyerang Bagian Gusi Kamu – Drg. Nurul

Ternyata perawatan bruxism membutuhkan kombinasi yaitu perawatan perilaku, perawatan gigi dan perawatan pharmakologis

Perawatan perilaku

Termasuk hygiene tidur, biofeedback, teknik relaksasi, pengendalian stres serta terapi hipnosis.

Perawatan pharmakologis

Tidak ada obat yang khusus untuk mengatasi bruxism, tetapi dari berbagai studi yang terkendali telah dievalusi berbagai obat yang memiliki efek terhadap bruxism. Golongan relaksasi otot, sedatif dan anxiolitik seperti diazepam, clonazepam, metocarbamol dan

Perawatan gigi

Diantaranya berbagai alat intraoral untuk mengatasi rasa sakit lokal, mencegah lesi struktur orofasial, dan mencegah disfungsi artikulasi temporomandibuler.

Mekanisme kerja alat intra oral dan efektivitasnya dalam mengurangi aktivitas neuromuskuler selama tidur belum sepenuhnya diketahui. Alasan utama untuk perawatan bite splint

Kombinasi Perawatan untuk Bruxism
Lakukan Perawatan Gigi Dengan Baik

Nah perlu diketahu jika bruxism janganlah dipertimbangkan sebagai sesuatu yang terisolasi hanya pada masalah anatomi gigi saja. Bruxism sebaiknya dikategori sebagai suatu kelainan yang berhubungan dengan tidur.

Dengan gigi-gigi dan implikasinya pada otot pengunyahan. Pemakaian obata-obatan hanya digunakan jangka pendek untuk mengatasi kesulitan tidur.

Baca Juga : Apa Saja ya Kebiasaan Buruk yang Dapat Merusak Gigi? – Drg. Ni Putu Primadewi

Faktor Penyebab Bruxism

Secara perlahan ada baiknya mulai mengurangi faktor yang dapat mempengaruhi bruxism seperti merokok, obat-obatan, alkohol serta mengendalikan perilaku.

Alat intra oral seperti bite splint digunakan untuk melindungi struktur gigi dari keausan akibat bruxism, keausan struktur gigi yang berkepanjangan  mengurangi aktivitas otot pengunyahan malam hari (pada saat tidur) sehingga perlu mengidentifikasi penyebabnya.

Nah ada baiknya kamu menjaga kesehatan gigi kamu sejak dini ya FDCiers. Jangan lupa untuk memeriksakan gigi kamu paling tidak 6 bulan sekali di FDC Dental ClinicKlinik gigi, ya FDC.

Sumber Referensi:

  • Ahlberg K. Self-reported bruxism. Academic dissertation. Department of Stomatognathic Physiology and Prosthetic Dentistry . Institute of Dentistry. Faculty of Medicine. University of Helsinki. Finland. 2008.
  • Lavigne GJ, Khoury S, Abe S, Yamaguchi T, Raphael K. Bruxism physiology and pathology: an overview for clinicians. J Oral Rehabil. 2008;35:476-94.
  • Gloroa AG. Incidence ofdiurnal and nocturnal bruxism. J Prosthet Dent 1981 may;45(5):545-9.
  • Lavigne GJ, Montplaisir Jy. Restless legs syndrome and sleep bruxism: prevalence and association among Canadians. Sleep. 1994; 17(8): 739-43.
  • The Glossary of Prosthodontic Terms. J Prosthet Dent. 2005;94:10-92.
  • Kato T, Saber M, Rompre PH, Montplaisir JY, Lavigne GJ. Relationship among slow activity (SWA), microaurosal (MA) and sleep bruxism (SB). J Dent Res. 2003:82(B):B-316 No. 2446.
  • Michelotti A, Farella M, Gallo LM, Veltri A, Palla S, Martma R. Effect of occlusal interference on habitual activity of human masseter. J Dent Res. 2005;84:644-648.
  • Graf H. Bruxism. Dent Clin North Am. 1969;13:659-665.
  • Lavigne GJ, Rompre PH, Montplaisir JY. Sleep bruxism: validity of clinical research diagnostic criteria in a controlled polysomnographic study. J Dent Res. 1996;75:546-552.
  • Lobbezoo F, Neije M. Bruxism is mainly regulated centrally not peripherally. J Oral Rehabil. 2001;28:1085-91.

Posted

in

, ,

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *