Tren Gigi Kelinci di Zaman Sekarang

Memiliki gigi yang bersih, putih, dan sehat merupakan idaman semua orang. Tetapi di zaman sekarang ini memiliki gigi seperti itu saja tidak cukup membuat orang puas.

Ukuran dan bentuk juga menjadi salah satu faktor yang sangat diperhatikan oleh pasien. Gigi kelinci yang dahulu kala dianggap orang sebagai sesuatu keanehan atau kelainan sekarang berubah haluan menjadi sesuatu yang diingikan oleh pasien.

Perawatan ini dapat dilakukan melalui dua teknik pengerjaan, yakni teknik direct dan teknik indirect. adalah selapis tipis bahan dapat berupa porcelain atau bahan tambal komposit yang ditumpatkan atau diletakan pada permukaan email gigi.

Veneer

Veneer ini dapat berfungsi untuk mengkoreksi bentuk gigi yang memiliki kelainan seperti gigi yang terlalu kecil, berbentuk konus, dapat juga mengkoreksi celah pada gigi-gigi depan yang masih bias dirawat tanpa perawatan ortodontik, ataupun pada kasus gigi yang mengalami perubahan warna namun pasien kontra indikasi  untuk dilakukan perawatan bleaching.

Tren Gigi Kelinci di Zaman Sekarang
Veneer

Gigi Kelinci

Gigi kelinci artinya gigi di veneer dengan melebihi ukuran dari bentuk gigi aslinya. Selapis tipis bahan tersebut ditambahkan sehingga seakan-akan dua gigi depan lebih panjang dari gigi-gigi sebelanya.

Perawatan ini dapat dilakukan melalui dua teknik pengerjaan, yakni teknik direct dan teknik indirect. Direct atau yang biasa kita sebut veneer komposit merupakan jenis veneer yang dapat dilakukan dalam waktu singkat, yakni sehari saja.

Permukaan gigi pasien akan sedikit diasah dan langsung dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan pasien. Sedangkan perawatan indirect veneer memakan waktu lebih lama.

Hasil gigi yang diasah akan dicetak dan dikirim ke laboratorium untuk dibuatkan veneer yang berbahan porcelain. Lalu, gigi yang telah diasah akan dibuatkan veneer sementara, selagi menunggu veneer porselen dari laboratorium.

Tren Gigi Kelinci di Zaman Sekarang
Perawatan Veneer

Veneer gigi kelinci atau bunny teeth sebenarnya tidak direkomendasikan bagi pasien yang memiliki gigitan dalam, memiliki kebiasaan menggigit menggunakan gigi depan, sering mengkonsumsi minuman dan makanan berwarna, dan lainnya.

Gigi yang sudah di veneer tidak akan sekuat gigi asli, sehingga apabila tidak dipertimbangkan faktor indikasi dan kontra indikasi serta keadaan gigi pasien, veneer gigi kelinci akan menyebabkan beberapa keadaan yaitu perubahan warna, pecah atau retaknya veneer tersebut, gigi menjadi sensitif, gigi dapat menjadi berlubang, dan lainnya.

Oleh karena itu, mengikuti tren gigi kelinci sebenarnya tidak masalah, tetapi harus dipertimbangkan terlebih dahulu baik dan buruknya, komitmen terhadap instruksi setelah pemasangan veneer, dan yang paling utama konsultasikan ke dokter gigi terlebih dahulu.

Nah ada baiknya kamu menjaga kesehatan gigi kamu sejak dini ya FDCiers. Jangan lupa untuk memeriksakan gigi kamu paling tidak 6 bulan sekali di FDC Dental Clinic. Klinik gigi, ya FDC.

Baca Juga : Mengenal Lebih Jauh Tentang Perawatan Veneer – Drg. Cindy Lestari

Sumber Referensi:

  1. https://www.cda.org/Portals/0/journal/journal_042015.pdf
  2. https://www.dreamstime.com/royalty-free-stock-photography-macro-happy-female-smile-healthy-white-teeth-image19144527
  3. https://hellosehat.com/hidup-sehat/gigi-mulut/bahaya-veneer-gigi/
  4. https://www.aspendental.com/dental-services/cosmetic-dentistry/dental-veneers

Posted

in

, ,

by

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *